Logo SantriDigital

kewajiban menuntut ilmu

Ceramah
I
Iriyani Fadirubun
6 Mei 2026 7 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الحمد لله رب العالمين، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ الل...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الحمد لله رب العالمين، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: ﴿اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ * خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ * الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ * عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ﴾ (العلق: 1-5) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Yang terhormat, para Alim Ulama, para Kyai, Ayahanda dan Ibunda Ustadz dan Ustadzah, serta seluruh jajaran pengurus pondok pesantren yang saya muliakan. Tak lupa dan yang paling saya banggakan, seluruh santriwan dan santriwati yang insya Allah senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Puji syukur ke hadirat Allah Swt. yang telah mempertemukan kita dalam keadaan sehat walafiat, dalam sebuah majelis ilmu yang penuh berkah. Sungguh sebuah kenikmatan tiada tara dapat berkumpul di sini, di tengah-tengah generasi penerus Islam yang memiliki semangat membara untuk menuntut ilmu. Kehadiran antum sekalian di sini adalah wujud nyata dari kecintaan kita kepada ilmu dan kerinduan kita akan bimbingan Ilahi. Saudara-saudaraku para santri dan pelajar, hari ini saya ingin mengajak antum semua untuk merenungi sebuah kewajiban yang sangat fundamental dalam Islam, sebuah fondasi kokoh yang akan menopang kehidupan dunia dan akhirat kita, yaitu kewajiban menuntut ilmu. Mencari ilmu bukanlah sekadar aktivitas akademis semata, namun ia adalah sebuah perintah ilahi yang ditegaskan dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Surat Al-'Alaq yang baru saja kita dengarkan, yaitu lima ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dimulai dengan perintah membaca, sebuah pintu gerbang utama untuk meraih ilmu. Allah berfirman: ﴿اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ﴾ - "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-'Alaq: 1) Ayat ini tegas menunjukkan bahwa segala sesuatu, termasuk ilmu, haruslah dimulai dengan menyebut nama Allah. Ilmu yang paling utama adalah ilmu yang bersumber dari dan mengantarkan kita kepada-Nya. Kemudian Allah menyebutkan tentang penciptaan manusia: ﴿خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ﴾ - "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." (QS. Al-'Alaq: 2) Dari materi yang begitu sederhana, segumpal darah, Allah mampu menciptakan makhluk yang paling mulia, yaitu manusia. Dan kemuliaan ini akan semakin bertambah dengan ilmu. Allah berfirman dalam ayat berikutnya: ﴿اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ * الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ * عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ﴾ - "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 3-5) Dalam ayat-ayat ini terkandung makna yang mendalam: Allah adalah Maha Pemurah. Dia mengajarkan ilmu kepada manusia, yang bahkan sebelumnya tidak mengetahui apa-apa. Ini adalah anugerah terbesar. Mengapa Allah menekankan penciptaan manusia dari segumpal darah lalu mengajarkannya? Ini untuk memberikan gambaran bahwa betapa rendahnya asal usul kita, namun Allah mengangkat derajat kita melalui ilmu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, menguatkan kewajiban ini: "طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ." Artinya: "Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah) Hadits ini disampaikan secara umum, mencakup seluruh Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada pengecualian. Ini menunjukkan betapa urgent-nya dan pentingnya ilmu dalam kehidupan seorang Muslim. Ilmu tidak hanya tentang ilmu agama, tetapi juga termasuk ilmu pengetahuan umum yang dapat membawa manfaat bagi kehidupan dan kemaslahatan umat. Para santri dan pelajar sekalian, ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya. Tanpa ilmu, hidup kita akan gelap gulita. Dengan ilmu, kita dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil, mana yang baik dan mana yang buruk. Ilmu membantu kita untuk beribadah kepada Allah dengan benar, agar ibadah kita tidak sia-sia, sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Bayangkan, jika kita beribadah tanpa ilmu, bagaimana hasilnya? Kita bisa saja melakukan sesuatu yang kita sangka baik, namun ternyata justru mendatangkan murka Allah. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ." Artinya: "Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscaya Allah akan memberikannya pemahaman dalam urusan agama." (HR. Bukhari dan Muslim) Ini menunjukkan kaitan erat antara kebaikan dan pemahaman agama, yang mana pemahaman agama ini adalah bagian dari ilmu. Apa saja hikmah dan manfaat menuntut ilmu? Pertama, ilmu mengangkat derajat manusia. Allah Swt. berfirman: ﴿يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ﴾ Artinya: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadalah: 11) Perhatikan, Allah menyandingkan orang beriman dengan orang yang berilmu, dan menyebutkan bahwa keduanya akan diangkat derajatnya. Ini menunjukkan keutamaan ilmu. Kedua, ilmu adalah bekal terbaik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya: "Barangsiapa melewati satu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan di akhirat kelak, amal kita akan terus mengalir pahalanya, salah satunya adalah dari ilmu yang kita ajarkan atau yang kita amalkan. Tiga hal yang pahalanya terus mengalir: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya. Ketiga, ilmu membentengi diri dari kesesatan. Di zaman yang serba informasi ini, godaan dan keraguan begitu mudah datang. Tanpa ilmu yang kokoh, kita akan mudah terombang-ambing. Ilmu agama yang benar akan menjadi tameng kita dari berbagai macam syubhat (kerancuan) dan fitnah. Keempat, ilmu adalah kunci kemajuan peradaban. Islam adalah agama yang menganjurkan kemajuan. Sejarah mencatat betapa gemilangnya peradaban Islam ketika ilmu pengetahuan begitu diagungkan. Para ulama terdahulu tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum seperti kedokteran, matematika, astronomi, dan lainnya. Mereka menjadikan ilmu sebagai alat untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah serta kemaslahatan umat manusia. Bagaimana sikap kita sebagai santri dan pelajar dalam menuntut ilmu? Pertama, niatkan lillahi ta'ala. Jadikan penuntut ilmu sebagai ibadah. Ingatlah bahwa setiap langkah yang kita ambil untuk pergi ke majelis ilmu adalah bagian dari ibadah. Kedua, beradab kepada guru. Guru adalah pewaris para nabi. Hormati mereka, taati nasihat mereka, dan mohonlah doa dari mereka. Sehebat apapun seorang santri, ia tidak akan bisa menjadi apa-apa tanpa bimbingan gurunya. Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku tidak dapat mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada melaksanakan apa yang telah Aku wajibkan, dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nawafil (sunnah) sampai Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku jadilah pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikannya, dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya." (HR. Bukhari) Wa'alaikumualaih, para guru adalah wasilah cinta Allah kepada kita. Ketiga, bersungguh-sungguh dan sabar. Menuntut ilmu membutuhkan istiqamah dan kegigihan. Jangan mudah berputus asa ketika menghadapi kesulitan. Ingatlah kisah para ulama salafus shalih yang rela berkorban demi menuntut ilmu. Imam Bukhari harus menempuh perjalanan ribuan kilometer dan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan hadits. Cukuplah ini menjadi inspirasi bagi kita. Keempat, amalkan ilmu yang telah didapat. Ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah. Jangan hanya menjadi ‘tong’ ilmu, tapi jadilah ‘sumur’ ilmu yang mengalirkan manfaat bagi orang lain. Sebarkan kebaikan, ajak teman untuk terus belajar, dan jadikan ilmu sebagai sarana untuk berbakti kepada orang tua, masyarakat, dan agama. Saudara-saudaraku para santri dan pelajar yang dirahmati Allah, Kalaulah kita melihat realitas umat saat ini, betapa kita membutuhkan generasi yang berilmu. Berilmu agama agar lurus akidahnya, benar ibadahnya, dan mulia akhlaknya. Berilmu pengetahuan umum agar mampu membangun peradaban yang maju, berdaya saing, dan memberikan solusi bagi permasalahan umat di seluruh dunia. Apa yang antum lakukan di pondok pesantren ini adalah sebuah investasi jangka panjang yang luar biasa berharga. Teruslah semangat belajar, perdalam ilmu agama, tuntutlah ilmu pengetahuan umum, dan jangan pernah berhenti untuk bertanya dan mencari pemahaman yang benar. Jadikan setiap detik di sini sebagai ladang pahala, karena masa depan Islam berada di pundak antum sekalian. Mari kita menjadikan semangat menuntut ilmu ini sebagai bagian dari cara kita mencintai Allah dan Rasul-Nya. Mari kita buktikan bahwa generasi santri dan pelajar Indonesia adalah generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia, yang siap mengabdikan diri untuk kejayaan Islam dan kemaslahatan bangsa. Jagalah adab, jaga niat, jaga semangat, dan jangan lupakan doa. Semoga Allah memudahkan langkah kita semua dalam meraih ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Maka dari itu, marilah kita renungi kembali. Kewajiban menuntut ilmu adalah sebuah amanah yang Allah titipkan kepada kita. Mari kita tunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan kesempatan berharga ini berlalu begitu saja. Jadikanlah pondok pesantren ini sebagai batu loncatan untuk meraih ilmu yang luas dan mendalam. Gunakanlah setiap kesempatan yang ada untuk bertanya, berdiskusi, dan mencari kebenaran. Ingatlah bahwa ilmu adalah cahaya yang akan menerangi jalan kita, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Penutup ceramah ini, saya mengajak kita semua untuk senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, keberkahan dalam setiap prosesnya, dan kemampuan untuk mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, khilaf dan salah yang disengaja maupun tidak disengaja. وَعَلَيْكُمْ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →